Cara Setting Yoast SEO 2018

Cara Seting Yoast

Cara Seting Yoast – Sebenarnya Yoast SEO itu apa sih ?

Yakni satu dari 2 plugin WordPress terpopuler yang biasa dipakai untuk membantu optimasi SEO ( plugin populer lainnya adalah All In One SEO ).Seperti yang plugin yang saya gunakan saat ini.

Kenapa saya pilih Yoast ? Soalnya jumlah ulasan plugin ini mencapai 20.000 dibanding All In One SEO yang cuma 551 ulasan 

Alasan yang aneh ya ? Tapi ya memang begitu adanya yang saya pikirkan saat pertama kali menggunakan Yoast di semua blog saya.

Jadi tidak bermaksud membandingkan mana yang lebih unggul. Toh saya juga belum pernah pakai AIO jadi ngga tau performa nya.

Lagipula, plugin ini sifatnya hanya membantu Anda mengoptimasi beberapa aspek SEO, terutama di bagian onpage saja.

Selebihnya, masih banyak hal super penting yang perlu Anda lakukan terkait optimasi SEO. Jadi jangan cuma mengandalkan plugin ini saja.

Meskipun, saya tidak memungkiri, cara setting Yoast SEO juga cukup berpengaruh terhadap performa blog Anda di mata mesin pencari.

Saya sendiri membuktikan, mengantarkan beberapa keyword easy – medium ke halaman pertama Google, beberapa diantaranya tanpa backlink.

Hanya mengandalkan optimasi onpage Yoast SEO saja.

Bahkan, alhamdulillah ada yang dapet bonus Snippet Featured juga, seperti yang saya ulas di status Facebook saya yang di sini.

Fungsi Yoast SEO

Oiya, plugin Yoast SEO tersedia dalam versi gratis dan premium / berbayar. Sejauh ini saya masih cukup puas memanfaatkan versi gratisnya.

Kalau Anda merasa butuh fitur lebih, seperti multiple keyword, bisa mencoba versi berbayar. Dapatkan secara legal ya, jangan coba yang aneh-aneh.

Jadi sebenarnya apa fungsi Yoast SEO ? Garis besarnya adalah untuk membantu Anda mengoptimasi onpage sebuah blog.

Optimasi onpage SEO sendiri terdiri dari banyak hal, seperti :

  • Meta title
  • Meta description
  • Struktur Internal link
  • Variasi anchor text
  • Keyword density
  • Optimasi gambar
  • Dan banyak lagi

Seperti Anda lihat pada gambar di bawah ini, adalah Yoast Meta Box, yang akan memudahkan Anda mengoptimasi onpage sebuah artikel.

Penting !!!

Jangan sampai parameter-parameter pada gambar di bawah ini membuat artikel Anda terlihat kaku & tidak enak dibaca. Itu adalah kesalahan fatal.

Utamakan kualitas artikel terbaik yang mampu Anda buat. Ingat, Anda membuat artikel agar disukai pembaca.

Kalau pembaca suka dengan artikel Anda, mereka akan bertahan lama di blog Anda. Dan itu adalah sinyal yang bagus bagi Google.

Kalau pembaca suka dengan artikel Anda, Google juga pasti suka.

 

Indikator pada gambar di atas akan berwarna hijau kalau kriterianya sudah terpenuhi. Berwarna oranye kalau masih ada kekurangan.

Dan berubah jadi merah kalau sama sekali belum terpenuhi.

Cara Setting Yoast SEO Versi Saya

Nah, di bawah ini akan saya beberkan secara detail cara setting Yoast SEO versi saya sendiri. Saya akan berikan keterangan di setiap fungsinya.

Apa yang saya tuliskan, bisa jadi salah, atau tidak sesuai dengan “aliran SEO” yang Anda lakukan.

Menurut saya wajar-wajar saya. Mengingat SEO adalah sebuah seni, sebuah ilmu tidak pasti, namun bisa dipelajari dan ditemukan pola-polanya.

Update 19 Agustus 2018 – Artikel ini mengacu pada WordPress 4.9.8 dan Yoast SEO 7.9. Sebagian gambar masih menggunakan Yoast versi lama. Selama fiturnya sama, artinya gambar masih relevan.

Kalau ada update fitur baru, atau ada ulasan fitur yang sudah ngga relevan lagi di artikel ini, tolong bantu ingatkan saya di kolom komentar ya.

Akan saya update artikelnya.

1. Bagian General

Yoast terdiri dari 6 menu utama yakni : General, Search Appearance, Search Console, Social, Tools, dan Premium ( untuk upgrade ke versi berbayar ).

Di bagian General ada 3 tab utama :

  • Dashboard
  • Features
  • Webmaster Tools

Tab dashboard ngga saya bahas ya, karena isinya cuma notifikasi aja.

Lihat gambar di bawah. Pada Tab Features, ada 8 item yang bisa dinyalakan atau dimatikan fiturnya, tergantung kebutuhan Anda.

  • Saya menyalakan item SEO analysis.
  • Saya mematikan fungsi Readability analysis. Kalau diaktifkan, Yoast akan memberikan saran untuk struktur dan gaya penulisan Anda. Ini menggangu buat saya.
  • Saya menyalakan cornerstone content. Ini berguna untuk menandai artikel pilar saya, dan memberi sinyal ke Google bahwa artikel tersebut penting.
  • Text link counter juga saya nyalakan. Fungsinya untuk mengetahui jumlah internal link di sebuah artikel.

 

 

Masih berlanjut membahas gambar yang atas :

  • Saya aktifkan XML Sitemap, jadi ngga perlu pakai plugin lagi. Ini gunanya untuk memudahkan Google merayapi blog saya.
  • Ryte integration juga saya aktifkan. Ryte ini semacam third party yang memantau apakah blog saya masih terindex di Google atau tidak.
  • Admin bar menu saya matikan. Kalau diaktifkan, akan muncul menu dengan logo huruf “Y” di bagian kiri atas dashboard saya. Ngga penting.
  • No advanced setting for authors juga saya matikan, karena pengelola blog ini cuma saya.

Kalau Anda punya beberapa author, ada baiknya nyalakan item ini, agar fitur advanced di Yoast Meta Box di bawah post editor ( logo gear ) hanya tampil jika Administrator yang login.

Karena di dalam fitur advanced, dimungkinkan untuk menghapus sebuah postingan dari mesin pencarian, dan mengganti link resmi ( canonical url ).

Untuk antisipasi dan keamanan, nyalakan saja fitur ini kalau Anda punya banyak penulis dalam blog yang Anda kelola.

Nah, di atas tadi saya sedikit menyinggung tentang Sitemap.

Gambar di bawah ini adalah Sitemap dari Aliefirfany.com yang hanya mengizinkan Google untuk mengindeks postingan dan halaman blog saya.

Kategori dan tag tidak termasuk.

Bagaimana cara membatasinya ? Akan saya jelaskan nanti, karena berkaitan juga dengan cara setting Yoast SEO di bagian Search Appearance.

 

Oke, berlanjut ke tab terakhir dari bagian General, yakni Webmaster Tools.

Ada 3 mesin pencari terbesar yakni Google, Bing, dan Yandex. Tambahan Baidu baru muncul pada update terakhir Yoast saja.

Cara verifikasinya, klik saja pada link di bagian bawah masing-masing kolom. Nanti akan menuju ke halaman web masing – masing Webmasters, dan Anda tinggal ikuti prosesnya.

 

 

Bagian ini juga sangat penting menurut saya, agar blog Anda teridentifikasi dengan baik oleh sistem mesin pencarian.

Kalau Anda mau mengoptimasi SEO, tentunya Anda harus patuh terhadap semua kebutuhan yang diminta mesin pencari terhadap blog Anda.

Termasuk memverifikasi blog Anda ke dalam data mereka.

2. Bagian Search Appearance

Berlanjut ke bagian cara setting Yoast SEO berikutnya : Search Appearance.

Di bagian ini banyak berkaitan dengan identitas blog Anda, dan juga menentukan sektor mana saja yang Anda izinkan untuk terindex di Google.

 

Pada tab pertama yakni General, Anda diminta mengisi meta title dan deskripsi halaman utama Anda ( homepage ).

Bagian ini tak kalah pentingnya, karena mencerminkan apa isi dan tujuan blog Anda dibuat. Selain itu, Anda juga memberitahu kepada mesin pencari tentang identitas blog Anda.

Jadi saya sarankan Anda sisipkan kata / kalimat yang paling mencerminkan isi blog Anda ke dalam title dan deskripsi.

Kalau lihat gambar di bawah, kira-kira Anda tau saya mengidentifikasi blog saya dengan kata kunci apa ? 

Di bagian Knowledge Graph, pilih “personal” kalau blog milik Anda pribadi, dan pilih “company” kalau blog tersebut untuk keperluan perusahaan.

Optional saja sih, tapi saran saya isi saja. Ngga ada ruginya. Data ini nantinya akan tampil di Google’s Knowledge Graph.

 

Berlanjut ke tab kedua : Content Types. Lihat gambar diatas.

Di bagian ini ada Posts dan Pages. Post adalah tempat Anda biasa membuat artikel, dan Page adalah tempat yang Anda gunakan membuat halaman kontak, tentang, dll.

Bagian ini kaitannya dengan Sitemap. Kalau dinyalakan, artinya semua postingan Anda akan tampil di dalam Sitemap, dan akan di indeks oleh mesin pencari.

Berlaku untuk sebaliknya.

Yoast SEO Meta Box ( saya sudah singgung di atas ) pasti saya nyalakan, sebagai indikator saya saat melakukan optimasi onpage sebuah artikel.

Oiya, title template sengaja hanya saya tampilkan title saja, tidak ada embel-embel lain seperti nama Author atau nama blog. Ini soal selera saja sih.

Di bagian Pages juga saya berlakukan sama seperti Posts ya.

 

 

Masuk ke tab Media. Saya memilih untuk mengalihkan URL asli sebuah gambar ke gambar itu sendiri, bukan ke halaman attachment.

Yoast sendiri merekomendasikan Anda memilih YES.

Karena saat upload gambar, WordPress otomatis juga membuat link attachment. Kalau Anda tidak memerlukannya ( kebanyakan sih tidak ) ya di disable saja.

Kalau Anda memilih NO, nanti halaman attachment akan terindeks di Google.

Halaman tersebut kan ngga ada isinya, miskin konten. Kalau terindeks di Google, akan memperburuk citra blog Anda.

Di disable = Memilih YES pada opsi yang tersedia.

 

 

Masuk tab keempat yakni Taxonomies, yang terdiri dari tag, category, dan post format. Saya menonaktifkan semuanya, seperti gambar di bawah.

Kalau ini tergantung strategi dan cara setting Yoast SEO sih.

Saya mengoptimasi SEO ya berdasarkan tiap – tiap artikel, jadi tidak terlalu mementingkan kategori. Jadi saya nonaktifkan, agar tidak di indeks oleh Google.

Beda halnya dengan web besar seperti portal berita yang memiliki ribuan artikel, dan sudah pasti banyak artikel yang mirip.

Alih-alih mengoptimasi sebuah kata kunci yang malah membuat antar artikel Anda sendiri bersaing, lebih baik mengoptimasi kategorinya.

Jadi yang muncul di SERP ya satu kategori utama, yang jika di klik berisi banyak artikel dengan topik sejenis.

Strategi ini juga erat kaitannya dengan keyword mapping yang pernah di bahas oleh salah satu blog guru saya MastahSEO.

Jadi sesuaikan dengan kebutuhan Anda ya.

Jangan lupa, kalau Anda mengoptimasi tag atau kategori, tambahkan sedikit deskripsi yang mengandung kata kunci, untuk memudahkan proses optimasi.

 

 

Pada gambar di bawah, bagian tag juga saya perlakukan sama persis seperti kategori. Saya memilih untuk menyembunyikan dari indeks Google.

Kalau post format saya kurang tau deh fungsinya, jadi saya matikan. Dan sejauh ini tidak ada masalah dengan itu.

 

 

Masuk tab berikutnya : Archives. Di bagian ini juga saya nonaktifkan, karena blog saya hanya memiliki satu Author, dan author archive itu sama dengan homepage.

Jadi kalau saya aktifkan, malah jadi duplicate content di SERP.

Kalau di disable seperti gambar di bawah ini, artinya di redirect ke homepage, atau Anda bisa mengaktifkannya dan memberikan label noindex,follow.

 

 

Pada tab berikutnya : Breadcrumbs.

Fitur ini memberitahu pembaca letak sebuah artikel secara hierarki. Misalnya sebuah artikel ada di kategori Bisnis, maka tampilan Breadcrumbs nya :

Home >> Bisnis >> Judul artikel.

Biasanya tampil di atas judul sebuah artikel. Jadi kalau Anda klik tulisan Bisnis, akan menuju halaman kategori Bisnis.

Kalau klik Home ya kembali ke halaman depan.

Banyak yang bilang fitur ini bagus untuk SEO. Bahkan banyak juga tema yang sudah menyertakan Breadcrumbs di dalamnya.

Jadi kembali lagi pada pilihan. Kalau saya tidak mengaktifkannya.

 

 

Masuk tab terakhir dari bagian Search Appearance : RSS. Jujur saya kurang tau fungsinya, jadi saya biarkan apa adanya.

Kalau ada yang tau, kasih tau di kolom komentar ya 

 

 

3. Bagian Search Console

Masuk bagian ketiga dari fitur Yoast, yakni Search Console.

Bagian ini adalah tempat untuk mengintegrasikan Yoast dengan profil blog Anda yang sudah lebih dulu di buat di Search Console.

Intinya, Google Search Console itu teramat penting, dan salah satu hal pertama yang harus Anda lakukan saat baru selesai membuat sebuah blog.

Saya akan jelaskan lain waktu di artikel terpisah ya, karena akan sangat banyak fitur yang harus dijabarkan.

 

 

Intinya, langsung masuk tab setting seperti gambar di atas, dan klik ‘Authenticate with Google’ kalau Anda belum pernah mengaitkannya.

 

4. Bagian Social

 

Sekarang saya sampai di bagian empat. Panjang juga ya tahapan cara setting Yoast SEO 😀 Semoga Anda ngga bosan membaca Cara Seting Yoast ini.

Bagian ini penting untuk memberitahukan kepada mesin pencari, akun-akun media sosial yang berasosiasi / terkait dengan blog Anda.

Social signal masih jadi perdebatan oleh para pakar, apakah termasuk ke dalam salah satu faktor optimasi SEO atau tidak.

Buat saya sih berpengaruh.

Semakin sering link artikel saya beredar di media sosial, atau semakin banyak orang yang share artikel saya di Facebook, artinya artikel tersebut disukai.

Hal itu juga menjadi sebuah sinyal bagi Google agar menempatkan artikel saya ke posisi lebih baik sesuai kata kunci yang ditarget.

Kira-kira begitu ilustrasinya. Jadi ngga ada salahnya Anda mengisi selengkap mungkin, seperti gambar di bawah ini.

 

 

Cara Seting Yoast

 

Masuk tab berikutnya : Facebook.

Open Graph meta data adalah tampilan thumbnail gambar, judul, dan deskripsi sebuah artikel ketika di share di Facebook.

Jadi penting bagi Anda untuk mengaktifkan dan melengkapi kolomnya.

Bagian frontpage setting berguna untuk data homepage blog Anda.

Untuk masing-masing artikel, tampilan title dan deskripsinya akan menyesuaikan dengan apa yang Anda isi pada Yoast Meta Box di setiap post editor.

 

 

Masuk tab Twitter, saya juga mengaktifkannya. Lumayan agar saat link artikel Anda di tweet di Twitter, ada thumbnail nya juga.

 

 

Masuk tab Pinterest, saya juga sudah mengintegrasikannya dengan akun Pinterest saya. Silahkan klik ‘confirm your site with Pinterest‘ dan ikuti instruksinya.

 

 

Pada tab Google+ juga lakukan hal yang sama ya, kalau Anda punya official / business page di platform tersebut.

Kebetulan saya tidak punya untuk blog ini, jadi saya kosongkan.

 

5. Bagian Tools

 

Masuk bagian terakhir dari cara setting Yoast SEO : Tools.

Ada beberapa fitur di dalamnya, salah satunya adalah Bulk editor. Anda bisa mengedit sesuatu untuk semua postingan sekaligus. Tidak perlu repot.

Saya belum pernah mencobanya sih.

 

 

Yang saya tekankan dari bagian ini adalah Robots.txt. Silahkan Anda buat dan biarkan default seperti gambar di atas, sesuai settingan Yoast.

Fungsi dari Robots.txt adalah membatasi gerakan Googlebot tentang halaman mana saja yang kita mau untuk di crawl dan tidak.

Info terbaru dari Yoast menyatakan bahwa, sebaiknya Anda membiarkan robot Google merayapi seluruh halaman website Anda.

 

Penutup

 

Sebenarnya ada satu lagi bagian dari free Yoast SEO yakni : Premium. Gunanya adalah untuk upgrade akun Anda menjadi berbayar dan mendapatkan fitur lebih lengkap.

Buat saya, dengan fitur gratis dan cara setting Yoast SEO seperti yang saya jabarkan diatas, sejauh ini masih cukup ampuh.

Jadi belum terpikir untuk upgrade akun saya. Demikian Cara Seting Yoast Plugin di WordPress

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Posted by: admin on

Tag: